. . .
  • alan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Mari Kenali Program Wakaf Daarut Tauhiid

Agus Kurniawan, Direktur Fundraising Wakaf Daarut Tauhiid (DT) menjelaskan, secara garis besar wakaf DT ada dua, yakni wakaf sosial dan wakaf produktif.  Menurutnya, dikatakan sebagai wakaf sosial, karena kebermanfaantannya digunakan untuk kepentingan umum, seperti masjid dan lain sebagainya.

Kan kalau masjid tidak dikenakan biaya sewa, karena yang dinilai adalah kemakmurannya, jamaahnya banyak, dan lain sebagainya. Itulah kenapa dinamakan wakaf sosial,” jelas Agus pada Senin (16/4), saat di temui di Kantor Wakaf DT.

Adapun program wakaf DT untuk pembangunan masjid dinamakan sebagai Wakaf Tree in One (3 in 1). Wakaf ini mencakup pembangunan tiga masjid di tiga daerah sekaligus. Yakni Masjid DT Serua Tangerang, Masjid DT Batam, dan Masjid Eco Pesantren DT.

Program wakaf DT lainnya ialah wakaf pembangunan Asrama Tahfiz di Eco Pesantren DT. Agus menuturkan, pembangunan asrama tahfiz ini sekarang telah mencapai sekitar 80 persen, dan sedang dalam proses penyelesaian. “Sekarang masih terus dalam proses penyelesaian, karena targetnya Ramadan tahun ini sudah bisa ditempati oleh santri,” ujar Agus.

Sedangkan yang terbaru dari Program Wakaf DT adalah Wakaf al-Quran Plus. Kata Agus, al-Quran yang akan diwakafkan bukan seperti biasanya, tetapi yang di design untuk mempermudah para penghafal al-Quran. Menurutnya, wakaf al-Quran Plus ini memiliki kelebihan tersendiri karena disertai tafsir dan hadis.

“Targetnya kita menyalurkan 20 ribu mushaf al-Quran. Kali ini bukan hanya akan disalurkan ke masjid-masjid, tapi juga ke lembaga-lembaga yang membutuhkan al-Quran untuk hafalan,” tambahnya.

Di Tahun 2018, Lembaga Wakaf DT juga memiliki program baru lainnya, yakni program wakaf ketahanan pangan. Program ini berupa lahan pertanian yang dikelola oleh Lembaga Wakaf DT,. Tujuannya untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat, sekaligus memberdayakan petani daerah.

Agus Kurniawan menyampaikan, bagi siapapun yang ingin berwakaf melalui wakaf ketahanan pangan, dapat berwakaf berupa lahan pertanian atau berupa uang. “Kalau wakafnya berupa sawah, langsung bisa kita kelola. Tapi kalau wakafnya berupa uang, nanti kita yang akan mencari lahan pertaniannya, yang layak untuk di garap,” pungkasnya. (Ernawati)

 

LEAVE A COMMENT