. . .
  • alan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Ikhlaskan Wakaf karena Allah!

Bagi sebagian masyarakat, wakaf masih terasa asing. Bahkan, sebagian besar masyarakat mengira wakaf sama dengan sedekah biasanya. Padahal wakaf adalah sedekah jariyah yang dianjurkan dan memiliki keutamaan lebih dibanding sedekah biasa.

Beragam pertanyaan pun sering bermunculan, misalnya pertanyaan salah seorang jamaah yang diajukan kepada tim Lajnah Syariah Daarut Tauhiid (DT).

“Apakah berwakaf benda seperti karpet, kipas angin, tv, atau benda lain untuk dijadikan fasilitas masjid pahalanya akan tetap mengalir hingga kiamat? Jika barangnya rusak dan sudah tidak bisa digunakan, apakah masih bisa mengalirkan pahala?” tanyanya, pada Rabu (11/4).

Ustaz Mulyadi, Ketua Tim Lajnah Syariah DT mengatakan, walaupun barang yang diwakafkan sudah tidak ada, insya Allah pahalanya akan tetap mengalir kepada muwakif (pewakaf)nya. Ustaz Mulyadi menyarankan agar jamaah untuk ikhlas berwakaf dan tidak memikirkan barangnya seperti apa dan apakah nanti pahalanya akan mengalir atau tidak.

“Kita tidak usah bepikir barangnya seperti apa. ¬†kalau mau awet, udah saja wakaf batu. Batu kan awet tuh, tapi kalau wakaf kaca bisa pecah. Nah, ini jangan demikian,” katanya.

Menurutnya, berwakaf dengan ikhlas dan semata-mata mengharap rida Allah, dengan tujuan taat kepada Allah dan Rasulnya adalah lebih baik.

“Itu yang terbaik sehingga nanti Allah SWT yang mencatat amal baik kita sekalipun barangnya mungkin tidak ada. Tetap amalnya menjadi bagian pahala yang tidak terputus dari Allah, karena kita niatkan berwakaf hanya karena Allah,” jelasnya. (Astri Rahmayanti)

LEAVE A COMMENT