. . .
  • alan Gegerkalong Girang No.67, Kec. Sukasari, Kota Bandung
  • 022 200-6655

Buah Kebeningan Hati

Saudara-saudaraku, sungguh beruntung bagi siapa pun yang mampu menata qalbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktifitas yang dilakukan.

 

Betapa tidak, orang yang hatinya tertata dengan baik, wajahnya akan jauh lebih jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yang cerah lalu terpancari sejuknya sinar mentari pagi. Jernih, bersinar, sejuk, dan menyegarkan.

 

Begitu pula ketika berkata, kata-katanya akan bersih dari melukai, jauh dari kata-kata yang menyombongkan diri, terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya, Subhanallah. Setiap butir kata yang keluar dari lisannya yang telah tertata dengan baik ini, akan terasa sarat dengan

hikmah, sarat dengan makna dan manfaat.

 

Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati, buah dari kemampuannya menata qalbu. Detak jantung menjadi terpelihara, tekanan darah terjaga, ketegangan berkurang,dan kondisi diri yang senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh juga jadi lebih

sehat, segar, dan fit.

 

Orang yang bening hati, akal pikirannya akan jauh lebih jernih. Baginya tidak ada waktu

untuk berpikir jelek sedetik pun juga. Apalagi berpikir untuk menzalimi orang lain, sama sekali tidak terlintas dibenaknya. Waktu baginya sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yang berharga digunakan untuk hal-hal yang tidak berharga? Sungguh suatu kebodohan yang tidak terkira. Tak berlebihan jika orang yang berbening hati seperti ini akan lebih mudah memahami setiap permasalahan, lebih mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan, dan lebih cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran.

 

lebih dari semua itu, kebeningan hati ternyata dapat membuat hubungan dengan Allah menjadi luar biasa manfaatnya. Dengan berbekal keyakinan yang mendalam, mengingat dan menyebut-Nya setiap saat, meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya, membuat hati menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensinya, ia menjadi lebih akrab dengan Allah. ibadahnya lebih terasa nikmat dan lezat. Begitu pula doa-doanya menjadi luar biasa mustajab. Dan yang paling luar biasa adalah karunia perjumpaan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak. Allahu Akbar (KH. Abdullah Gymnastiar)

 

LEAVE A COMMENT