. . .
  • Jl. Gegerkalong Girang No.67 Bandung
  • 022 - 2006655
  • Jl. Gegerkalong Girang No.67 Bandung
  • 022 - 2006655

Azab bagi Kaum Nabi Luth

Nabi Luth hidup semasa dengan Nabi Ibrahim. Ia diutus sebagai rasul untuk suatu kaum di Kota Sodom. Kota ini terletak di wilayah Laut Mati yang terbentang memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Kaum Sodom mempraktikkan perilaku menyimpang yang belum dikenal dunia saat itu, yaitu sodomi.

Ketika Luth menyeru mereka untuk menghentikan penyimpangan tersebut, mereka mengabaikannya. Mengingkari kenabiannya dan mereka meneruskan penyimpangannya. Bahkan, kaum Luth mengancam akan menyingkirkan Nabi Luth dan orang-orang beriman yang bersamanya.

Kaum Luth juga menantang nabinya. “Apakah sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. al-Ankabuut[29]: 29)

Karena menerima jawaban seperti itu dari kaumnya, Luth meminta pertolongan kepada Allah.“Ia berkata: ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.’” (QS. al-Ankabuut [29]: 30). “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. asy-Syu’araa’ [26]: 169)

Atas doa Luth, Allah mengirimkan dua malaikat dalam wujud manusia. Sementara itu, kaum Luth mengetahui bahwa ia kedatangan tamu. Mereka tidak ragu-ragu mendatangi tamu-tamu tersebut.

Karena berusaha menyelamatkan tamunya, “Luth berkata: ‘Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.’” (QS. al-Hijr [15]: 68-69)

Kaum Luth menjawab dengan marah. “Mereka berkata: ‘Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia.’” (QS. al-Hijr [15]: 70)

Tamunya mengingatkan Nabi Luth bahwa mereka adalah utusan Allah. Mereka meminta Luth dan orang-orang beriman pergi di akhir malam. “Maka pergilah kamu di akhir malam dengan membawa keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang dan janganlah seorang pun di antara kamu menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu. Dan Kami telah wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (QS. al-Hijr [15]: 65-66)

Ketika memasuki waktu Subuh, kaum Luth dihancurleburkan. “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).” (QS. Al Hijr [15]: 73-76). (sumber: islampos.com dengan beberapa perubahan)

LEAVE A COMMENT